Dalam sabda Rasulallah - “Anak Adam (keturunannya) tidak memenuhkan suatu tempat yg lebih jelek dari perut-nya. Cukuplah beberapa suap yg dapat memfungsikan tubuhnya. Jika tidak ditemukan jalan lain, maka (dia bisa mengisi perutnya) dengan 1/3 untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan 1/3 lagi untuk pernafasan.” (HR dari Ibnu Majah serta Ibnu Hibban)
Selama hidupnya Rasulullah SAW hanya sakit 2X. Yaitu setelah memperoleh wahyu pertama, ketika itu beliau mengalami ketakutan sehingga menimbulkan demam. Yang satunya lagi menjelang beliau wafat. Saat itu beliau mengalami sakit hingga meninggal. Ada pula yang menyebutkan bahwa Rasul sakit lebih dari 2 X.
Kenapa Rasulullah SAW jarang sakit? Pertanyaan ini sangat menarik. Secara lahiriah, Rasulullah SAW jarang sakit dikarenakan mampu mencegah hal-hal yang mendatangkan penyakit atau beliau sangat menekankan aspek pencegahan sebelum sakit dari pada mengobati. Jika ditelaah Alquran dan Sunnah, maka akan menemukan sekian banyak petunjuk yang mengarah untuk pencegahan. Hal ini mengindikasikan Rasulullah peduli terhadap kesehatan. Dalam Shahih Bukhari saja tidak kurang dari 80 hadis yang membincangkan masalah ini. Belum lagi yang tersebar dalam kitab Shahih Muslim, tarmizi, Sunan Abu Dawud, Baihaqi, Ahmad dan lain-lain.
Cara Rasulullah menjaga kesehatan dengan ajaran Islam
- Pertama, selektif memilih makanan.
- Kedua, tidak memakan makanan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang.
1. sepertiga isi perut makanan
2. sepertiga isi perut minuman
3. sepertiga lagi untuk udara
- Ketiga, makan dengan Tum’ninah (tenang, tidak tergesa-gesa dan dengan tempo yang sedang).
- Keempat, cepat tidur serta cepat bangun.
Penelitian Daniel F Kripke, ahli di bidang psikiatri dari Universitas California menarik diungkapkan. Penelitian di Jepang dan AS selama 6 tahun dengan responden yang berusia 30-120 tahun mengatakan bahwa orang yang terbiasa tidur 8 jam dalam sehari memiliki resiko kematian lebih cepat. Sangat berlawanan dengan yang tidur 6-7 jam sehari. Nah, Rasulullah SAW biasa tidur setelah Isya kemudian bangun malam (tidak lebih dari 8 jam).
- Kelima, melakukan ibadah puasa diluar bulan Ramadhan.

0 comments:
Post a Comment